02/03/12

Bulimia & Anoreksia

Diposting oleh iylmagination di 17.20
Ingin seramping model-model di majalah fashion adalah mimpi kebanyakan anak perempuan yang telah menginjak dewasa. Termasuk gw :D hehe. Tapi tidak semua wanita memiliki bentuk tubuh yang demikian. Bersyukur adalah satu-satunya cara untuk menerimanya. Nmaun, ini bukanlah hal yang mudah, beberapa wanita terlalu terobsesi untuk mempunyai tubuh yang ramping sempurna. Hal ini menyebabkan gangguan makan mereka. Dikenal dua jenis gangguan makan karena menginginkan tubuh yang ramping:

1. Anoreksia Nervosa

Gejala dari penyakit ini adalah selalu menolak mempertahankan berat badan badan normal dengan makan yang sedikit; berat badannya jauh dibawah berat badan normal sehingga sangat kurus dan olahraga yang berlebihan. Penderita seringkali memotong makanannya menjadi bentuk yang lebih kecil dan mengunyahnya lambat-lambat. Supaya terkesan makan lebih lama. Karena kurangnya asupan gizi yang masuk menyebabkan mereka sering kali lemas, kulit kering dan kusam, kedinginan, tidak bisa tidur, mudah lelah, suasana hati yang datar, terlambat menstruasi, konstipasi dan menarik diri dari lingkungan.

Penderita anoreksia biasanya wanita-wanita yang bekerja di bidang yang menuntut tubuh yang ramping sempurna seperti model. Tidak jarang juga dari kalangan biasa. Tergantung dari faktor lingkungan mereka. Keinginan untuk kurus ini dimulai pada masa-masa transisi yaitu saat dimulainya pubertas. Pada masa ini terjadi gejolak emosi yang sangat dinamis. Faktor genetik juga mempengaruhi, adanya salah satu anggota keluarga yang mengidap anoreksia akan menurun pada anggota keluarga lainnya.

Diagnosa terhadap penderita anoreksia memang agak sulit. Perasaan malu karena disebut mengalami gangguan adalah masalahnya. Namun, apabila seseorang sedikitnya sudah kehilangan 15% dari berat badan normalnya sudah dapat dikatakan mengidap anoreksia. Jika belum ditemukan gangguan fisik biasanya penderita hanya disarankan untuk psikiater. Jika sudah dilakukan perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan berat badan penderita ke berat badan normal.


2.Bulimia Nervosa

Biarpun memiliki inti masalah yang sama namun Bulimia nervosa berbeda dengan Anoreksia. Pada penderita bulimia, mereka masih ingin makan. Bahkan sebanyak-banyaknya. Namun makanan itu selalu mereka muntahkan. Mereka akan memasukkan jari mereka ke dalam mulut sehingga rasa mual tercipta. Dengan begitu makanan dapat dimuntahkan. Atau mereka akan meminum obat pencahar. Penderita juga berolahraga yang berlebihan untuk mengatasi makan yang berlebihan tadi. Berbeda dengan penderita anoreksia yang memiliki tubuh yang sangat kurus, penderita bulimia justru memiliki tubuh yang gemuk, terkadang turun lalu naik lagi. Berat badan mereka selalu diatas atau dibawah berat badan normal namun untuk waktu yang sangat cepat.

Seringnya memuntahkan makanan dapat menyebabkan pengikisan email gigi, pembengkakan kelenjar ludah di pipi dan peradangan kerongkongan. Penderita masih bisa bersosialisasi namun cenderung depresi dengan mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol.

Seseorang dapat dikatakan bulimia jika terus-etrusan makan dan muntah minimal 2 kali/seminggu, pembengkakan kelenjar ludah di pipi, pengikisan email gigi karena asam lambung, kadar kalium yang rendah dalam darah dan pemakaian obat pencahar yang berlebihan.

Untuk pengobatannya, dilakukan dengan pemberian obat dan dengan psikiater.





Menjadi cantik bukan berarti harus mempunyai tubuh yang ramping sempurna. Saya ambil contoh salah satu fashion blog favorite saya yaitu A Fluffy Blog. Pemilik blog tersebut mempunyai tunuh yang padat alias curvy. Namun dia tetap terlihat cantik, itu karena dia bersyukur dan selalu percaya diri.

"Sexy body and pretty look are everywhere. Sexy personality and pretty attitude are rare" -Amanda Adriani on Gogirl!

0 komentar:

Posting Komentar

 

IYLMAGINATION Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea